Persiapan ini dilakukan secara intensif karena sedang berada dalam periode Jelang Musim Hujan. Ketepatan waktu dalam melakukan sosialisasi dan aksi fisik sangat menentukan efektivitas pencegahan banjir. Dalam pertemuan dengan warga, tim menjelaskan mengenai prakiraan cuaca dan potensi curah ekstrim yang mungkin terjadi. Warga diajak untuk memetakan titik-titik rawan genangan di wilayah mereka dan mendiskusikan langkah teknis tercepat untuk memperlancar aliran air. Edukasi ini bertujuan untuk menghilangkan sikap reaktif masyarakat yang biasanya baru sibuk setelah banjir datang, dan menggantinya dengan budaya preventif yang lebih matang.
Dalam program CBT Bekasi, keterlibatan aktif siswa jurusan teknik bangunan dan sipil menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka membantu warga melakukan normalisasi saluran air, membersihkan sedimen lumpur yang sudah mengeras, serta memperbaiki dinding selokan yang mulai retak. Ini adalah praktik lapangan yang sangat berharga bagi siswa, di mana mereka dapat mengaplikasikan ilmu hidrolika sederhana untuk kepentingan sosial. Selain itu, mereka belajar berinteraksi dengan warga, mendengarkan keluhan mengenai masalah sanitasi, dan memberikan solusi teknis yang murah namun efektif untuk diterapkan di lingkungan RT dan RW.
Aspek lain yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah mengenai perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Penataan drainase yang secanggih apapun tidak akan berfungsi jika warga masih membuang sampah kecil ke dalam saluran air. Oleh karena itu, CBT Bekasi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menyaring limbah rumah tangga sebelum masuk ke selokan umum. Penggunaan jaring penyaring sampah di setiap lubang pembuangan rumah tangga disarankan sebagai langkah pertama dalam menjaga kelancaran sistem drainase secara kolektif. Dengan demikian, beban pembersihan saluran utama di tingkat lingkungan akan jauh lebih ringan dan efisien.
Respon masyarakat Bekasi terhadap aksi ini sangat positif. Warga merasa terbantu karena mendapatkan bimbingan teknis yang selama ini tidak mereka miliki. Seringkali, perbaikan selokan dilakukan secara asal-asalan oleh warga tanpa memperhitungkan debit air, sehingga hasilnya tidak maksimal. Jelang Musim Hujan Melalui pendampingan dari CBT Bekasi, penataan drainase dilakukan dengan standar teknis yang lebih baik. Keberhasilan program ini diukur bukan hanya dari seberapa bersih selokan saat ini, tetapi dari seberapa cepat air surut saat hujan deras pertama kali mengguyur wilayah tersebut di musim penghujan tahun ini.
