SMK CBT Bekasi Smart School menunjukkan bahwa efisiensi energi dapat dicapai tanpa biaya besar. Sekolah ini menginisiasi proyek implementasi Otomasi Hemat Energi menggunakan komponen sederhana dan open-source. Pendekatan inovatif ini bertujuan menjadikan sekolah sebagai model fasilitas pendidikan yang ramah lingkungan dan cerdas biaya operasional.
Proyek ini dipimpin oleh siswa dari jurusan Teknik Otomasi dan Mekatronika. Mereka menggunakan mikrokontroler murah, seperti Arduino atau Raspberry Pi, sebagai otak sistem otomasi. Fokus utama adalah pada penghematan listrik melalui penjadwalan otomatis dan kontrol cerdas terhadap sistem pencahayaan dan ventilasi.
Langkah awal CBT Bekasi Smart School adalah melakukan audit energi mandiri secara detail. Siswa mengukur konsumsi daya di setiap ruangan dan mengidentifikasi vampire load (peralatan yang tetap mengonsumsi daya saat standby). Data ini menjadi basis untuk merancang skema Otomasi Hemat Energi yang paling efektif dan bertarget.
Implementasi utama melibatkan pemasangan relai cerdas yang diprogram untuk memutus aliran listrik ke stop kontak saat tidak ada kegiatan. Selain itu, sistem dikembangkan untuk mematikan lampu di lorong dan toilet setelah jam operasional sekolah. Ini adalah penerapan praktis dari prinsip Green Engineering yang efisien.
Melalui proyek CBT Bekasi Smart School ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam coding dan integrasi perangkat keras. Mereka belajar mengatasi tantangan teknis dalam networking dan kalibrasi sensor. Keterampilan ini sangat relevan untuk industri 4.0 yang membutuhkan Teknisi Green Engineering yang mahir dalam sistem cerdas.
Dampak nyata dari proyek ini adalah penurunan drastis tagihan listrik bulanan sekolah. Penghematan biaya ini membuktikan bahwa investasi kecil pada komponen open-source dapat menghasilkan keuntungan finansial yang besar. Hal ini juga menjadi pelajaran penting dalam Kewirausahaan Lingkungan.
SMK CBT Bekasi Smart School berencana untuk membagikan cetak biru (blueprint) sistem Otomasi Hemat Energi mereka kepada sekolah-sekolah lain di wilayah Bekasi. Inisiatif ini mendorong replikasi model efisiensi energi yang terjangkau, memperluas dampak positif gerakan green school di tingkat regional.
Program ini mencerminkan komitmen sekolah dalam Reinventing pendidikan vokasi. Siswa didorong untuk tidak hanya mengonsumsi teknologi, tetapi menciptakannya. Mereka memimpin dengan solusi yang tidak mahal, efektif, dan berbasis teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan sehari-hari.
